I’ll Keep It Down (Be)Low

It happened as I thought before…buat I’ll keep it down, don’t wanna show it, don’t wanna everybody to know. I managed it back then I’ll manage it right now……I don’t have any words to say..I just get back to the grey heart

Protected: Mencintai dengan sederhana

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Kami Belum Lupa!

Kami belum lupa bung..
Saat anak-anak kami berangkat sekolah dengan mata berair pedih..
Saat batu sebesar gajah tergeletak di tengah jalan..dan tiang lampu setinggi langit dipaksa menyembah tanah..
Saat anak-anak kami dikejar-kejar dan dipukuli di tempat mereka makan setiap hari..
Saat anak-anak kami ditangkap karena status..diperkosa karena ras..dianiaya karena posisi..
Saat anak-anak kami harus berjalan mengendap-endap di atas tanah kelahirannya..
Saat anak-anak kami merasa cemas di tempat seharusnya mereka merasa aman..
Saat kami harus bertanya dimana anak kami berada..
13 tahun…tapi tetap Kami Belum Lupa, bung…

Kepenatan Suatu Ka(o)ta

Saat menjejakkan kaki di ibukota masih teringang ucapan-ucapan kawan, kerabat…”Ngapain ke Jakarat??? Apa sih enaknya kota itu? Kalo mau nyari uang dimana aja juga bisa?”, “Jakarat tuh bukan kota biasa, dia bisa merubah seseorang dalam hitungan detik”, ” yang lain malah pengen keluar eh ni orang malah pengen masuk”…hahaha bener juga sih, dulu saya termasuk orang yang berada di garis depan mengumandangkan betapa tidak menyenangkannya kota ini, saya pernah menganggap kota ini kosong..tapi tulisan ini bukan ingin membicarakan arti sebaliknya. Seringkali saya melakukan sesuatu saat saya “klik”, buat saya itu lebih aman daripada saya memaksakan diri untuk melakukan sesuatu. Saya bukan orang yang kaku, saya fleksibel terhadap lingkungan meskipun fleksibilitas saya pun belum “liar”. Saat memasuki kota ini, tidak ada perasaan terpaksa, susah atau menderita. Kalopun ada masalah klasik seperti macet, kali ini, sekarang dan di sini saya tidak menjadikan itu sebagai masalah…wajar aja kalo kota ini magnet untuk macet, malah kadang aneh kalo tidak macet hehe. Kota ini memang salah, kalo tidak, tidak mungkin saya akan bersumpah serapah dalam hati terhadap keadaan di kota ini. Tapi tetap belum menjadikan saya menganggapnya sebagai masalah…saya hanya bilang, kota ini memang seperti adanya, sulit untuk berubah kecuali tiap manusia dan setan di kota ini memutuskan untuk berubah…mungkin kita hanya penat..penat melihat, mendengar dan merasakan kota ini…Penat seperti (Ja)Karat…

Mei 98

Jadi teringat, saat itu kami pulang sekolah nongkrong di teras rumah seorang sahabat..kami heran sore itu banyak sekali orang berlalu lalang di depan teras, melebihi saat ada maling ketangkap basah…baru keesokan harinya, mata rasanya pedih saat berangkat sekolah, batu sebesar paviliun terletak di tengah jalan dan tiang lampu merah bengkok menyembah tanah…di sekolah baru ku tau semalam sebelumnya terjadi kerusuhan. Malam-malam berikutnya menjadi salah satu malam yang mencekam…kami pun harus berkendara malam hari tanpa lampu menyala dan salah satu jalan utama jogja hanya ada satu! mobil yang melintas…siang harinya beberapa mahasiswa disergap dan dipukuli di warung tempat kami makan siang…mei 98 memang sulit hilang dari ingatan…jogja sudah begitu mencekam apalagi ibukota kala itu…mei 98, Kami Belum Lupa!!!

Lose!

I’ve lost my temper, my insanity, my feelings, my mood, and my stage of mind years ago…the phase is turning back to me now, been there and done that…soooo step it in, step it out or flip it around…and why bother?

idiot?!

Apakah memang bodoh? Atau mungkin hanya naif? Atau juga terlalu buta? Dan tuli? Bisa bebal juga kan? Ah masa?? Fak fak fak…freman freman

Jauh…

Mimpi itu masih jauh dan mimpi itu belum tentu menjadi kenyataan, bilakah saatnya? Untuk jadi nyata…untuk jadi asa…

Kunokini

This slideshow requires JavaScript.

Saya…Kamu…Kita…Kami dan MEREKA…

Kalimat di atas menurut saya sangat menarik, gak hanya berbicara tentang sesorang atau dua orang tapi lebih!!! gak berbicara sebagai individual tapi komunal…setiap orang punya kesalahan ….itu satu hal yang saya tahu pasti….kalo ada orang yang gak punya atau merasa gak punya salah….temukan saya dengan dia!! makan (maaf) tainya pun saya bertani, lha bahkan sejak kita lahir dan mengencingi orang tua kita…itu merupakan kesalahan….
namun yang saya heran….kenapa akhir-akhir ini banyak orang yang seakan-akan sengaja berbuat salah, pejabat pergi plesir semntara rakyatnya masih kesusahan, perseteruan antar pihak tiba-tiba bertemu di satu meja karena menyambut seorang tamu yang bahkan belum membuktikan satu kontribusi yang riil bagi keuntungan bangsa ini….saya menganggap diri saya bukan naif…saya juga bukan ingin dianggap sebagai orang yang cerdas atau pintar atau apapun titel yang mengintil di belakang status…..secara logika saya pribadi kok aneh ya? karena punya kepentingan semua orang bisa merubah sikap, tata cara atau bahkan kepribadian….kalo memang seperti itu kenapa kita gak jujur dari awal???? kenapa harus menunggu suatu momen??? ….sigh….semoga kita…….(apa ya?) apapun lah yang harapannya menjadi lebih baik…baik itu Saya….Kamu….Kita….Kami dan Mereka….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 163 other followers